Mengapa Adam Memakan Buah Khuldi ?

Seorang anak bertanya pada bundanya,

“Kalau Allah sudah punya niat menjadikan manusia sebagai khalifah di bumi, mengapa untuk menjadikan Adam turun ke bumi harus dibuat momen Adam berdosa karena memakan buah khuldi? Mengapa tidak dari awal Allah turunkan dia ke bumi? Maksud Allah apa ya? Kenapa Adam harus berbuat dosa dulu?”

Maka sang Bunda pun tersenyum penuh kasih pada sang anak nan kritis seraya menjawab, bahwa Allah tiada pernah membiarkan segala sesuatu terjadi di alam semesta ini tanpa suatu maksud atau sia-sia belaka.

Justru keputusan Adam, apapun bentuknya, semakin menunjukkan kekuasaan Allah yang memberikan keistimewaan pada manusia, yaitu Akal utk menimbang baik dan buruk, dan Kehendak untuk memutuskan pilihan.

Karena boleh jadi Allah swt ingin agar manusia sebagai khalifah yang memutuskan. Kapan dia mau turun ke bumi dg segala konsekuensinya. Dengan alasan apa dia akan turun ke bumi dg segala konsekuensinya. Apakah harus turun segera akibat memakan buah khuldi. Ataupun, tetap turun ribuan tahun kemudian tetap atas utusan Allah namun tanpa harus berdosa terlebih dahulu.

Karena dengan berbekal karunia Akal (Cerebrum Cortex) dan Kehendak (Prefrontal Cortex) untuk menundukkan Nafsu (Limbic System dan Reptilian Brain) inilah maka manusia menjadi Khalifah, yang paling tinggi derajatnya di antara semua makhluk hidup. Sebab manakala malaikat tidak memiliki nafsu dan jin tidak memiliki akal, manusia memiliki keduanya. Manusia memiliki akal yang mendasari kehendaknya, untuk memilih mana yang baik ataupun yang buruk.

Maka, semua pilihan sudah terbentang di hadapan kita. Baik ataupun buruk, dengan segala konsekuensinya.

Kita yang memilih, hendak memimpin bumi dengan berbuat dosa dulu seperti Nabi Adam…. atau hendak memimpin dunia tanpa harus berbuat dosa dulu sebagaimana Rasulullah saw ?

Maka sang anak pun belajar tentang kekuatan akal dan kehendak. Sebagaimana sang Bunda juga belajar mendalami kehidupan. Dan saya, Lyra Puspa, sebagai coach juga belajar dan semakin sadar betapa kuatnya sebuah pertanyaan untuk membangkitkan kesadaran dan keimanan….

Jakarta, 3 Maret 2015

3 thoughts on “Mengapa Adam Memakan Buah Khuldi ?

  • May 15, 2016 at 2:36 pm
    Permalink

    Assalamualaikum wr.wb,
    menurut islam,

    firman Allah : “Dan Kami berfirman:”Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga
    ini, dan makanlah makanan-makanan yang banyak lagi baik di mana saja
    yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini yang menyebabkan
    kami termasuk orang-orang yang zalim.” Quran surat Al Baqarah:35.

    disini adam dan hawa boleh makan apa saja yg mereka sukai, kecuali mendekati sesuatu pohon yg terlarang.

    firman Allah : (Dan Allah berfirman): “Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan isterimu
    di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang
    kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu
    menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim”.
    disini adam dan hawa boleh makan buah-buahan apa saja yg mereka sukai.kedua ayat ini menunjukkan keadaan mereka di surga.
    sebelum mengetahui makna pohon terlarang tersebut kita musti mengetahui arti surga yg sebenarnya.
    surga adalah tanpa jerih payah hanya kenikmatan saja.
    seluruh makanan sudah tersedia pada pinggan-pinggan untuk adam dan hawa dimana saja meraka berada dalam surga.Allah hanya melarang mereka mendekati suatu pohon( berarti di surga saat itu hanya ada satu pohon) dan Allah tidak ada berfirman salah satu pohon di surga.
    sebenarnya Allah melarang adam dan hawa memetik dan memakan buah dari pohon tersebut karna ini melanggar perintah dan larangan dari Allah.
    ingatlah
    bahwa Allah pernah melarang bangsa yahudi bekerja pada hari sabat
    tetapi mereka melanggarnya sehingga mereka di kutuk menjadi monyet.
    wassalamualaikum wr.wb,
    sayyid

    Reply
  • July 6, 2016 at 10:46 pm
    Permalink

    Keempat; Surga di akherat kelak bersifat bebas mutlak untuk para penghuninya. Dalam arti, tidak ada larangan sedikitpun, berbeda dengan surga Adam-Hawa dimana mereka dilarang untuk memakan buah Khuldi yang ada di surga tersebut.

    Reply

Leave a Reply to Chairunnisa Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>